Tentan kematian - Terinpirasi dari sebuah film Coco Pixar Production

Segala ketakutan manusia akan kematian bukanlah karena kematian itu sendiri, tetapi atas anggapan (value judgment) dan gambaran kita mengenai kematian. Jika gambaran kita mengenai kematian adalah sesuatu yang menakutkan, maka reaksi kita menjadi negatif, dan ingin mengehindarinya. Sebaliknya, jika gambaran kita akan kematian bukanlah sesuatu yang menyeramkan, kita pun akan lebih tenang menghadapinya.

gambaran tersebut dibentuk oleh interprestasi/value judgment kita sendiri, dan tidak lekat pada kematian itu sendiri. Seharusnya, ini adalah kabar gembira, karena berarti kita di berdayakan dalam sikap kita atas kematian.

"nalar/rasio kita sendiri yang bisa menentukan kedamaian atau kecemasan kita.

yang penting bukanlah umur yang panjang, tapi seberapa berkualitas hidup yang kita miliki

“Life is long if you know how to use it…we are not given a short life but we make it short..and wasteful of it.” -Seneca

"Hidup ini panjang jika kita tahu bagaimana menggunakannya...kita tidak diberikan hidup yang pendek,tetapi kitalah yang menjadikannya pendek... dan terbuang untuk hal yang sia-sia."

Hidup bisa begitu banyak dihabiskan di dalam emosi negatif: kekhawatiran yang sia-sia akan hal-hal di luar kendali kita, sehingga perhatian kita justru teralihkan dari hal-hal yang seharusnya. Atau, kita mengejar harta, jabatan, kekayaan yang berlebihan sampai terus merasa ketakutan akan kehilangannya. Atau, hidup dihabiskan dengan terus-menerus memikirkan opini orang-orang yang tidak seharusnya diberikan porsi banyak dalam hidup kita, dan seterusnya.

Jadi persoalan bukanlah panjang dari hidup itu, tetapi kualitas dari hidup itu sendiri. Percuma kita diberikan 100 tahun kehidupan, jika isinya hanya cemas, khawatir,iri,marah, mengejar hal-hal di luar kendali kita, dan kita tidak mengasah kebijaksanaan, keberanian, menahan diri, dan keadilan.